Selamat datang di Mahasiswa News - Portal Berita & Aspirasi Kreativitas Kampus Terdepan
Mahasiswa News
Media Aspirasi & Kreativitas Kampus
🌤️
--° Memuat cuaca...

Kanal & Sub Kanal

Beranda Utama
Berita Utama

Perjalanan Abimanyu Alvaro Fauzi: Penulis Muda, MC di Gedung MPR RI, dan Aktivis Muda

Penulis: Tio Setiawan
Editor: Redaksi✓
Waktu Publikasi: 17 Oct 2026, 05:56:07 WIB
Dokumentasi Foto (Sumber: Dock Pribadi)
Dokumentasi Foto (Sumber: Dock Pribadi)

JAKARTA — Memadukan kemampuan berbicara di depan publik, kecintaan terhadap literasi, serta ketertarikan pada politik dan isu sosial, Abimanyu Alvaro Fauzi menunjukkan beragam potensi yang ingin terus ia kembangkan sebagai generasi muda Indonesia. Siswa Al-Ihsan Boarding School tersebut dipercaya menjadi master of ceremony (MC) utama dalam kegiatan Outing Class Al-Ihsan Boarding School 2026 di Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., pada 15 Oktober 2026. Di balik peran tersebut, ia juga merupakan penulis dua novel ber-ISBN yang memiliki cita-cita untuk berkontribusi dalam dunia politik, memperjuangkan hak asasi manusia (HAM), dan menjaga lingkungan hidup manusia.


Pengalaman Berharga di Gedung MPR RI


Menjadi MC utama dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung MPR RI menjadi pengalaman yang berkesan bagi Abimanyu. Ia merasakan suasana berbeda ketika harus berbicara di hadapan banyak orang, berhadapan dengan kamera media, serta berinteraksi dengan para senior berseragam dan staf yang mengawalnya selama kegiatan.


Bagi Abimanyu, pengalaman tersebut bukan hanya tentang memandu jalannya acara, melainkan juga kesempatan untuk melihat lebih dekat lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.


Kepercayaan untuk menjadi MC utama diberikan oleh pihak sekolah karena ketertarikannya terhadap politik Indonesia. Minat tersebut menjadi salah satu hal yang membuatnya mendapat kesempatan untuk mengambil peran dalam kegiatan yang berlangsung di gedung lembaga negara tersebut.


Membawa Dua Novel untuk Memperkenalkan Karya Anak Bangsa


Selain aktif sebagai MC, Abimanyu juga menekuni dunia literasi. Ia telah menulis dua novel ber-ISBN, yaitu Ayah Adalah Idola Askara dan Cinta Tak Selalu Tentang Wanita.


Dalam kegiatan di Gedung MPR RI, ia membawa kedua novelnya dengan harapan dapat memperkenalkan karya tersebut kepada tokoh nasional sekaligus memperoleh wawasan dan inspirasi. Baginya, kesempatan itu juga menjadi ruang untuk memperkenalkan karya anak bangsa.


Dalam kesempatan tersebut, Abimanyu memperoleh respons dari Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., yang menurut keterangannya memberikan tanggapan positif dan tersenyum saat melihat buku yang dibawanya.


Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Abimanyu dalam memperkenalkan karya tulisnya. Ia memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menunjukkan bahwa minat dan kreativitas generasi muda dapat diwujudkan melalui karya nyata.


Dari Dunia Literasi Menuju Ketertarikan pada Politik


Ketertarikan Abimanyu terhadap politik tidak berhenti pada pengalamannya menjadi MC di Gedung MPR RI. Ia memiliki cita-cita untuk terjun ke dunia politik sejak usia muda dan, pada masa mendatang, bergabung dengan partai politik sebagai bagian dari proses belajar serta memperluas relasi.


Baginya, terlibat dalam dunia politik merupakan kesempatan untuk memahami kehidupan masyarakat secara lebih luas. "Masa depan Indonesia bukan hanya tentang apa yang akan kita hadapi nanti, tetapi juga tentang apa yang kita persiapkan hari ini." Ujarnya saat sedang menutup acara utama. 


Lebih jauh, Abimanyu memiliki aspirasi untuk menjadi anggota legislatif. Cita-cita tersebut masih menjadi tujuan yang ingin ia perjuangkan melalui proses belajar, pengalaman organisasi, dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial.


Ia berharap dapat menjadi politikus muda yang berintegritas, bersedia mendengarkan aspirasi masyarakat, serta berupaya mengambil bagian dalam penyelesaian berbagai persoalan bangsa.


Kepedulian terhadap HAM dan Lingkungan


Di luar politik dan literasi, Abimanyu menaruh perhatian pada isu hak asasi manusia dan lingkungan. Dalam bidang HAM, ia ingin mendorong perhatian terhadap akses pendidikan, kebebasan berpendapat, kesejahteraan perempuan, serta kondisi masyarakat berpenghasilan rendah.


Isu-isu tersebut menjadi bagian dari perhatian sosial yang ingin ia dalami seiring pertumbuhan dan pengalamannya sebagai generasi muda. Baginya, kehidupan bermasyarakat tidak hanya berkaitan dengan pencapaian individu, tetapi juga dengan bagaimana hak dan kebutuhan masyarakat mendapat perhatian.


Kepeduliannya terhadap lingkungan berangkat dari pandangannya bahwa alam merupakan tempat yang indah dan perlu dijaga. Ketertarikan tersebut sejalan dengan keinginannya untuk turut berkontribusi dalam berbagai persoalan yang memengaruhi kehidupan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.


Dalam perjalanannya, Abimanyu juga aktif di bidang seni, sastra, teater, dan olahraga. Ia tercatat memiliki pengalaman sebagai pemeran terbaik dalam Jakarta Timur Art Festival, meraih prestasi dalam panjat tebing, serta terlibat sebagai ketua pelaksana kegiatan bakti sosial dan MC dalam sejumlah acara.


Berbagai pengalaman itu menjadi ruang baginya untuk belajar mengenai tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, dan keterlibatan sosial.


Membangun Langkah untuk Masa Depan


Abimanyu Alvaro Fauzi masih berada dalam tahap awal perjalanan untuk mewujudkan berbagai cita-citanya. Menjadi MC di Gedung MPR RI dan menerbitkan dua novel merupakan bagian dari pencapaian yang telah ia raih, sedangkan keinginannya menjadi anggota legislatif serta memperjuangkan HAM dan lingkungan masih menjadi tujuan yang ingin ia kembangkan.


Ia ingin tumbuh menjadi politikus muda yang berintegritas, mampu mendengarkan aspirasi rakyat, dan mengambil bagian dalam upaya membenahi berbagai persoalan bangsa. Untuk menuju ke sana, pengalaman di bidang komunikasi, literasi, organisasi, dan kegiatan sosial menjadi bagian dari proses pembelajaran yang ingin terus ia jalani.


Bagi Abimanyu, masa depan bukan sekadar tentang jabatan yang ingin dicapai, melainkan juga tentang nilai dan tanggung jawab yang ingin dibawa. Melalui karya, pengalaman, serta kepeduliannya terhadap masyarakat dan lingkungan, ia berupaya membangun langkah awal untuk suatu hari nanti dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Indonesia.