Selamat datang di Mahasiswa News - Portal Berita & Aspirasi Kreativitas Kampus Terdepan
Mahasiswa News
Media Aspirasi & Kreativitas Kampus
🌤️
--° Memuat cuaca...

Kanal & Sub Kanal

Beranda Utama
Ekonomi

Menggagas Literasi Keuangan Sejak Dini: Menyoroti Proyek "The Young Money Project"

Penulis: Audrey Rebecca
Editor: Redaksi✓
Waktu Publikasi: 30 Oct 2026, 22:01:41 WIB
Menggagas Literasi Keuangan Sejak Dini:  Menyoroti Proyek "The Young Money Project"
Sumber: Dokumentasi foto ( Sumber: Dock Pribadi)

Mahasiswa News — Di era digital yang berkembang pesat ini, peluang ekonomi dan e-commerce di Indonesia terbuka dengan sangat lebar. Kemajuan ini berdampak positif pada peningkatan inklusi keuangan yang mencapai angka 83%. Hal ini berarti masyarakat mempunyai akses yang semakin setara dan terjangkau terhadap layanan keuangan. Namun, di balik peningkatan tersebut, tingkat literasi keuangan Indonesia masih tertinggal. Untuk menciptakan praktik keuangan yang aman, efisien, dan bijak, literasi keuangan harus dijadikan pilar utama dalam pendidikan berkualitas.

Tantangan dan Temuan Riset

Meskipun inklusi keuangan meningkat, terdapat berbagai risiko baru terhadap keselamatan, antara lain:

  • Penipuan dan eksploitasi siber.
  • Ketidakjelasan skema pinjaman "Buy Now, Pay Later" (BNPL) seperti layanan pinjol.
  • Kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan (Literacy-Inclusion Gap).
  • Volatilitas makroekonomi.
  • Faktor perilaku dan emosional.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan di Indonesia menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun (seperti tercatat di angka 21,84%, 29,70%, 38,03%, hingga 69,75%). Guna memahami pemahaman populasi usia muda, “The Young

Money Project” melakukan survei pada salah satu sekolah menengah pertama, yaitu SMPN 5 Bandung. Hasil survei terhadap siswa kelas 7 (dimana 60% di antaranya rutin berbelanja online) mengungkapkan fakta menarik:

  • 61,5% siswa familier dengan konsep literasi keuangan, namun belum sepenuhnya mengerti makna di baliknya.
  • 28,8% siswa sudah familier sekaligus memahami dengan baik arti dari konsep tersebut.
  • 9,6% siswa masih asing dan baru mengenal konsep tersebut.

Metode dan Rencana Inovasi

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, “The Young Money Project” berfokus menanamkan pemahaman literasi keuangan sejak dini untuk mempersempit kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan di Indonesia. Proyek ini diawali dari institusi pendidikan dasar publik dengan mengadakan sosialisasi di SMPN 5 Bandung.

Beberapa materi dan strategi utama yang diajarkan meliputi:

  • Kebutuhan (Needs) vs. Keinginan (Wants).
  • Bahaya pembelian impulsif (Impulse Buying).
  • Metode penganggaran 50-30-20.
  • Penentuan tujuan keuangan (Financial Goals).
  • Manajemen keuangan yang sehat secara daring maupun luring, sekaligus edukasi mengenai potensi risiko perdagangan sejak usia muda.

Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG)

Inisiatif ini dirancang agar sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya:

  1. SDG #4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
  2. SDG #11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities).

Penutup

Pendidikan literasi keuangan bukanlah sekadar pilihan tambahan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak bagi generasi muda di tengah ekosistem digital yang kian kompleks. Melalui langkah nyata yang diinisiasi oleh “The Young Money Project” di SMPN 5 Bandung, kami berharap kesadaran finansial dapat tumbuh subur. Pesan utama dari proyek ini yaitu:

"Tujuannya bukan sekadar mencari lebih banyak uang. Tujuannya adalah bagaimana menjalani hidup sesuai dengan keinginan dan kendali Anda sendiri." — The Young Money Project

Dengan dukungan berbagai pihak, pilar literasi keuangan yang kuat akan melahirkan generasi masa depan yang mandiri, cerdas secara finansial, serta siap menghadapi tantangan ekonomi global.

Tentang Penulis: Artikel ini disusun berdasarkan laporan dan dokumentasi resmi dari “The Young Money Project” yang bermitra dengan institusi pendidikan untuk memperkuat literasi keuangan generasi muda Indonesia.