Selamat datang di Mahasiswa News - Portal Berita & Aspirasi Kreativitas Kampus Terdepan
Mahasiswa News
Media Aspirasi & Kreativitas Kampus
🌤️
--° Memuat cuaca...

Kanal & Sub Kanal

Beranda Utama
Opini

Gen Z Harus Serba Bisa: Menjadi Putri Bahari Jawa Barat Sekaligus Taruni Aktif Sekolah Kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan

Penulis: Tio Setiawan
Editor: Redaksi✓
Waktu Publikasi: 05 Nov 2026, 20:24:24 WIB
Dokumentasi Foto (Sumber: Dock Pribadi)
Dokumentasi Foto (Sumber: Dock Pribadi) Sumber: Dokumentasi foto ( Sumber: Dock Pribadi)

Mahasiswa News — Di tengah tuntutan generasi muda untuk terus berkembang, Niha Lisdiana membuktikan bahwa perempuan muda dapat menempuh pendidikan, mengembangkan potensi diri, memperjuangkan sektor kelautan dan perikanan, sekaligus mengambil peran dalam mempromosikan pariwisata daerah.

Generasi Z sering kali dihadapkan pada tuntutan untuk menjadi generasi yang serba bisa. Tidak cukup hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta keberanian mengambil kesempatan. Di tengah berbagai tuntutan tersebut, ada satu hal yang sering terlupakan: setiap pencapaian memiliki proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.

Hal itulah yang menjadi bagian dari perjalanan Niha Lisdiana, seorang perempuan muda asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang saat ini aktif sebagai taruni Program Studi Penyuluhan Perikanan di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Bogor, institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Di samping menjalani pendidikan sebagai taruni, Niha juga mengembangkan dirinya melalui ajang Putra Putri Bahari. Perjalanannya membawanya menjadi finalis Putra Putri Bahari Kabupaten Majalengka, meraih penghargaan Best Advokasi, serta mendapatkan predikat Putri Bahari Pariwisata Jawa Barat.

Dua peran tersebut bukan sekadar gelar atau identitas yang disematkan kepadanya. Keduanya menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan dengan kesungguhan.

Berjalan di Dua Dunia, Pendidikan dan Pengabdian

Menjadi taruni aktif di lingkungan pendidikan kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan bukanlah perjalanan yang sederhana. Kehidupan kampus menuntut kedisiplinan, tanggung jawab akademik, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan mengikuti berbagai kegiatan pendidikan dan praktik lapangan.

Sebagai mahasiswa Penyuluhan Perikanan, Niha mempelajari bagaimana sektor perikanan tidak hanya berbicara tentang ikan dan kegiatan budidaya, tetapi juga menyangkut pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, pengembangan usaha, hingga peningkatan kesejahteraan pelaku usaha perikanan.

Pengalaman tersebut semakin memperkuat keinginannya untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan, khususnya melalui pemberdayaan masyarakat.

Namun, di luar tanggung jawab akademik, Niha juga memiliki ruang pengembangan diri yang tidak kalah penting. Melalui perannya sebagai Putri Bahari Pariwisata Jawa Barat, ia berusaha membawa potensi daerah ke ruang yang lebih luas.

Baginya, menjadi representasi pariwisata bahari bukan hanya tentang mengenakan selempang, menghadiri acara, atau tampil di hadapan publik. Ada tanggung jawab untuk mengenalkan potensi daerah, membangun kepedulian terhadap lingkungan, dan mengajak generasi muda agar lebih mengenal kekayaan bahari Indonesia.

Salah satu bentuk advokasinya adalah mengangkat potensi Situ Cipanten di Kabupaten Majalengka. Melalui pendekatan promosi dan komunikasi visual, ia berusaha memperkenalkan potensi wisata daerah dengan memanfaatkan fasilitas dan teknologi sederhana yang dimilikinya.

Ia percaya bahwa keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti berkarya. Kamera telepon genggam, ide kreatif, dan kemauan untuk belajar dapat menjadi awal untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Perjuangan yang Tidak Selalu Terlihat di Balik Selempang

Di balik pencapaian yang terlihat, ada proses panjang yang harus dijalani.

Menjalankan pendidikan sekaligus aktif dalam kegiatan pengembangan diri membuat Niha harus belajar membagi waktu, menentukan prioritas, dan bertanggung jawab terhadap setiap kesempatan yang diterimanya.

Ada masa ketika jadwal kegiatan berdekatan dengan tanggung jawab perkuliahan. Ada tugas yang harus diselesaikan, kegiatan yang harus dihadiri, serta berbagai persiapan yang menuntut tenaga dan pikiran. Tidak jarang ia harus mengatur kembali waktu istirahat dan mengorbankan waktu luang agar seluruh tanggung jawab tetap berjalan.

Perjalanan tersebut mengajarkannya bahwa menjadi perempuan muda yang aktif bukan berarti harus selalu terlihat kuat. Ada rasa lelah, keraguan, dan proses belajar yang terkadang tidak diketahui banyak orang.

Namun, ia berusaha menjadikan setiap pengalaman sebagai ruang untuk bertumbuh.

Niha juga menyadari bahwa kesempatan tidak selalu datang dalam keadaan yang sempurna. Terkadang seseorang harus berani memulai dengan kemampuan yang dimiliki, belajar dari kekurangan, dan memperbaiki diri sepanjang perjalanan.

Baginya, kegagalan, keterbatasan, dan pengalaman yang tidak sesuai harapan bukan alasan untuk berhenti. Justru dari proses itulah seseorang dapat mengenali kemampuan dan batas dirinya sendiri.

Membawa Nama Daerah, Memperjuangkan Potensi Lokal

Lahir dan tumbuh di Kabupaten Majalengka membuat Niha memiliki ketertarikan tersendiri terhadap pengembangan potensi daerah.

Ia melihat bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan generasi muda, terutama dalam memperkenalkan potensi lokal, membangun kreativitas, serta mendorong pemberdayaan masyarakat.

Ketertarikannya terhadap sektor perikanan juga diwujudkan melalui keterlibatan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha perikanan. Pengalamannya berinteraksi dengan pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan, hingga pelaku usaha memberikan pemahaman bahwa potensi perikanan harus didukung dengan inovasi, pemasaran, dan pendampingan yang berkelanjutan.

Ia pernah terlibat dalam gagasan gerakan pemuda berbasis potensi perikanan lokal untuk mendukung kemandirian pangan di Kabupaten Majalengka. Baginya, sektor perikanan memiliki peluang besar untuk dikembangkan, bukan hanya sebagai sumber ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari ketahanan pangan masyarakat.

Dari pengalaman tersebut, ia semakin memahami bahwa pariwisata, kelautan, perikanan, dan pemberdayaan masyarakat memiliki hubungan yang saling melengkapi.

Hal inilah yang ingin terus dibawanya melalui dua peran yang sedang dijalani.

Menjadi Gen Z yang Adaptif, Bukan Sekadar Sibuk

Bagi Niha, istilah Gen Z harus serba bisa bukan berarti seseorang harus menguasai segala bidang sekaligus. Lebih dari itu, generasi muda perlu memiliki kemauan untuk terus belajar dan tidak membatasi diri hanya pada satu kesempatan.

Pendidikan tetap menjadi fondasi utama. Namun, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, membangun relasi, mengelola kegiatan, dan memahami persoalan masyarakat juga menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia yang terus berubah.

Menjadi taruni sekaligus Putri Bahari mengajarkannya bahwa ilmu yang diperoleh di ruang kelas perlu memiliki manfaat di luar lingkungan pendidikan. Sebaliknya, pengalaman di masyarakat dan ruang publik juga dapat memperkaya pemahaman akademik.

Ia ingin membuktikan bahwa perempuan muda dapat memiliki banyak peran tanpa harus kehilangan arah dan tujuan utamanya.

Bukan tentang seberapa banyak gelar yang berhasil dikumpulkan, melainkan seberapa besar pengalaman tersebut mampu membentuk karakter, meningkatkan kemampuan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Terus Bertumbuh dan Menyiapkan Masa Depan

Perjalanan Niha masih panjang. Predikat Putri Bahari Pariwisata Jawa Barat dan statusnya sebagai taruni aktif AUP Bogor bukanlah garis akhir, melainkan bagian dari proses menuju cita-cita yang lebih besar.

Ia ingin terus mengembangkan kapasitas diri, memperdalam ilmu penyuluhan perikanan, serta mengambil bagian dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Baginya, menjadi generasi muda yang berdaya bukan hanya tentang memiliki banyak aktivitas, tetapi juga tentang mengetahui apa yang ingin diperjuangkan.

Ada pendidikan yang harus dituntaskan, kemampuan yang harus terus diasah, kesempatan yang perlu dimanfaatkan, dan kontribusi yang harus diwujudkan.

Jika ada satu hal yang ingin disampaikan kepada generasi muda, khususnya perempuan, Niha percaya bahwa setiap orang memiliki waktu dan perjalanan masing-masing.

Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk memulai sesuatu. Tidak perlu merasa tertinggal hanya karena perjalanan orang lain terlihat lebih cepat.

Mulailah dengan apa yang dimiliki, beranilah mencoba, dan jangan berhenti belajar.

Sebab menjadi Gen Z yang serba bisa bukan tentang harus mampu melakukan semuanya, melainkan tentang keberanian untuk terus bertumbuh, mengambil peran, dan memberikan arti melalui setiap kesempatan.

Di balik selempang yang dikenakan dan seragam yang dibanggakan, ada seorang perempuan muda yang masih terus belajar, berjuang, dan menata masa depannya. Bukan untuk terlihat hebat di mata semua orang, tetapi untuk memastikan bahwa setiap kesempatan yang pernah diperjuangkan dapat membawa manfaat bagi dirinya, daerahnya, dan Indonesia.